6 Jenis Atap dan Karakteristiknya – Inovasi Rumah

6 Jenis Atap dan Karakteristiknya – Inovasi Rumah

6 Jenis Atap dan Karakteristiknya

Atap adalah bagian bangunan yang krusial atau sangat penting sebagai penutup atas suatu bangunan/rumah yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam bangunan dari segala bentuk gangguan luar dan cuaca, karena fungsinya untuk melindungi, atap harus memiliki material yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca. Atap telah berkembang dari jenis, bahan, model karakteristik, warna dan peruntukan yang berbeda, tinggal menyesuaikan dengan desain rumah dan bahan rumah yang akan dibangun.

Berikut ini adalah beberapa jenis atap dan karakteristiknya, yang dapat dijadikan pilihan untuk atap rumah :

Tanah Liat

Jenis material ini sudah sangat umum digunakan. Dibuat menggunakan cara dipadatkan, dibentuk, lalu dibakar, atap jenis ini sangat kuat terhadap angin ataupun ketika curah hujan tinggi. Meski ukuran dan  variasinya tidak banyak, atap berbahan tanah liat memiliki harga yg cukup murah. Selain itu, jenis ini awet, tidak gampang lapuk, terbakar, atau dirusak serangga. Pada penggunaannya, dibutuhkan rangka serta dipasang dengan kemiringan tertentu. Agar semakin aman, digunakan teknik pemasangan kunci atau kaitan di rangka penopang.

Beton

Material atap yg satu ini mempunyai bobot yg relatif berat, bahkan lebih berat daripada tanah liat. Tetapi, tentunya bahan ini sangat kuat untuk menghadapi segala cuaca. Dengan adonan semen serta bahan aditif lainnya, atap beton tahan terhadap barah atau pelapukan. Bentuknya ada yang bergelombang ataupun datar, warnanya pun bervariasi. Namun, sebanding menggunakan kualitasnya, harga atap jenis ini cenderung lebih mahal.

Metal

Atap metal biasanya berbentuk lembaran dan terbuat dari baja lapis ringan (zincalume steel). Selain itu, bisa juga dibuat menyerupai jenis lain, seperti sirap, genteng tanah liat, atau beton. Dengan bobotnya yang ringan, beban yang dipikul rangka atap pun berkurang. Selain itu, material ini dilengkapi dengan teknologi yang membuatnya bisa memantulkan panas sehingga rumah terasa sejuk. Jenis ini juga ramah lingkungan karena dapat didaur ulang, antiapi, antikarat, dan bebas perawatan. Harga atap metal termasuk mahal bila dibandingakn dengan bahan lain.

Asbes

Bahan satu ini barangkali sudah dikenal oleh masyarakat. Asbes memiliki sifat yang ringan dan tahan lama. Harganya murah dan dapat membuat rumah sejuk karena jenis ini tidak menyerap panas. Namun, asbes mudah retak dan apabila terinjak harus menggantinya dengan yang baru. Selain itu, serat asbes mudah lepas dan beterbangan sehingga dapat membahayakan kesehatan (memicu penyakit kanker paru-paru).

Seng

Seng tentunya tak asing lagi bagi banyak orang. Sekalipun murah, tahan lama, dan banyak digunakan, seng juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satu yang sudah dipahami ialah sifatnya yang menahan panas sehingga membuat orang dibawahnya merasa tak nyaman. Selain itu, seng juga mudah berkarat dan tak terlalu menarik dari sisi penampilan.

Keramik

Jenis ini berbahan dasar tanah liat yang di-finishing glazur pada bagian atsanya. Oleh sebab itu, tampilannya licin, mengilap, dan terdiri dari banyak pilihan warna. Jenis ini termasuk bahan yang tahan lama, warnanya awet dan tidak memerlukan pengecatan ulang. Namun, pemasangan dengan atap ini memerlukan kemiringan minimal 30 derajat agar air hujan dapat mengalir dan tidak mudah terlepas saat diterpa angin.

Sumber : majalahasri.com

Inovasi Rumah

Leave a Reply

WA kami
Skip to toolbar
Back to Top